Selasa, 24 Juli 2012

Saudi Arabia Bebas Dari Daging dan Ayam Berformalin Atau Bahan Makanan Pengawet..?


13430342361322241894
susieofarabia.wordpress.com/daging kambing fresh in jeddah
Bicara bahan pengawet berformalin atau bahan pengawet lainnya seprti Borak,kalau di Indonesia sepertinya hampir semua makanan mengandung bahan ini,yang menyedihkan makanan tersebut adalah merupakan makanan pokok atau lauk pauk yang mesti kita konsumsi setiap hari…dan menjadi menu harian di setiap keluarga di Indonesia.

Coba saja tengok di pasar-pasar tradisonal atupun yang Modern sekalipun,banyak penjual ayam segar,yang ternyata diduga tidak segar lagi karena sudah banyak di campur dengan bahan pengawet,baik yang di campur dengan kunyit plus formalin…semua ini tujuannya untuk menghindari agar ayam potong ini,tidak cepat busuk,karena minimnya ketersedian,alat untuk menyimpan ayam fresh ini,paling-paling yg sering kita jumpai di pasar tradisional baik yg semi modern maupun yang masih jadul..ayam potong tersebut di letakkan begitu saja di tempat terbuka…pemandangan lalat hinggap di atas ayam potong itu adalah hal biasa.

Begitupun untuk ikan segar yg di jual di pasar-pasar,cara berdagangnya juga masih sangat ala kadarnya,hanya di letakan di tempat terbuka dimana lalat dengan bebasnya hinggap diatas ikan yang masih bau amis..ini..!

Setelah ikan dan ayam potong,kita beralih ke makanan tahu dan tempe,nah kalau tahu ini juga di takutkan mengandung bahan pengawet formalin,mungkin yang aman adalah makan tempe,tapi tempe kan juga mengandung semacam  ragi tempe,yang ditakutkan mengurangi kesuburan pasangan muda yang ingin punya anak.walau ragi tempe dan ragi tape adalah berbeda..!(saya pernah baca,ragi tidak bagus untuk kesuburan pria).

Setelah itu,kita beralih ke ikan asin dan bakso yang ini juga banyak dijumpai ikan asin yang mengandung bahan pengawet formalin..jadi sangat tidak nyaman makanan makanan di Indonesia..!sementara bakso sami mawon,diduga banyak mengandung pengawet borak.

Berbeda dengan di negara tempat saya kerja ini,saudi arabia..memang variasi lauk pauk di saudi arabia,sangat sedikit tidak seperti di Indonesia yang bermacam-macam makanan bisa di sajikan.

Kalau di saudi arabia,lauk pauk makanan ya tidak jauh dari,daging/lamb/meet,ayam dan ikan serta sayuran..!tapi kelebihannya adalah,kebersihan cara menyimpan daging,ayam potong dan ikan ini patut di acungi jempol..!

13430351231796873345
panoramio.com
Karena di saudi arabia,jeddah khusunya sangat sulit dijumpai pasar tradisional yang menjual bahan lauk pauk macam daging,ayam potong dan ikan ini..!khusus ikan masih bisa dijumpai di pasar ikan di jeddah,tapi untuk ayam potong dan daging,semua hanya tersedia di bhagalah/toko ataupun supermarket yang mana standard kebersihan dan cara penyimpanan daging dan ayam ini..semua di simpan dalam Frezer..!

Kuncinya sebetulnya sangat sederhana,khusus untuk penjualan daging dan ayam potong,serta ikan segar harus di simpan dalam frazer/lemari Es.

Masalahnya adalah biaya untuk bayar tagihan listrik,buat mengoperasikan frazer ini yang di Indonesia,pada tidak mampu..,sementara di saudi arabia,frazer/lemari es adalah hal biasa,setiap rumah tangga di saudi arabia dipastikan mempunyai alat pendingin ini,entah karena energi listrik yang murah ataupun karena subsidi dari pemerintah saudi arabia…yang pasti nyatanya setiap bulan walau semua rumah tangga di saudi pakai perkakas modern,tetep saja mereka mampu membayar tagihan listrik setiap bulannya..!

Saya rasa ini kunci utama menyimpan makanan sehat adalah di alat pendingin/kulkas/frazer.
Padahal kalau di pikir-pikir kita kurang apa ya..?pembangkit tenaga listrik mulai dari PLTA.PLTG,sampai Batu Bara dll.sudah tersedia..tapi tetep saja,energi listrik yang murah,masih sulit di jangkau oleh rakyat,masih banyak rakyat di kita yang hanya punya meteran listrik berkekuatan 450-900watt.bisa apa dengan listrik berkekuatan 450-900 watt ini?paling punya kulkas satu saja sudah anjlok.

Apalagi kalau hendak punya frazer yg berkekuatan diatas 900watt..untuk menyimpan daging,ayam potong dan ikan segar..?
13430356821786991119
jeddah fish market/http://www.flickr.com/photos/waltercallens
Mungkin satu-satunya jalan adalah energi nuklir,kalau kita mau maju,tapi sayangnya rakyat kita sangat takut dengan energi nuklir,terbukti rencana pembuatan raktor nuklir di sekitar kawasan Muria-jepara,sampai saat ini masih banyak diprotes ,baik  oleh masyarakat setempat maupun oleh para pemuka agama,mereka takut efek dari radiasi nuklir..!perlu di fikirkan lokasi yang aman untuk membangun energi listrik di tiap-tiap pulau yang padat penduduk dan perlu energi listrik dalam jumlah yang besar dan murah  macam pulau jawa ini..!

Sementara kalau di Bangka,bagai mana cara mengalirkan PLTN ini ke wilayah yang memerlukan energi listrik yang besar macam pulau jawa.sementara untuk ke sumatra saja,mesti harus melewati laut..!

Ke depan Berharap energi listrik di indonesia tercukupi dan murah,sehingga rakyat mampu berbisnis dagangan makanan dengan penimpnanan yg benar dan sehat.

Setidaknya kalau belum mampu menyediakan listrik yang murah,ya cara penyajian penjualan daging segar,ayam potong dan ikan segar di Indonesia lebih di tata yg bersih dan semi modern,walau tak harus pakai frazer..!

Pernah baca joke,katanya mayat manusia Indonesia,tidak perlu diawetkan lagi,karena semasa hidupnya terbiasa mengkonsumsi banyak makanan yang mengandung bahan pengawet..termasuk jajanan anak-anak Miriss….!

Salam satu Indonesia..!
www.kompasiana.com/deltapro


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar