Jumat, 20 Juli 2012

Riyadh Ibarat Kota Mati di Hari Puasa Pertama



13427894791063762478
Jalan Malik Fahd,salah satu jalanan tersibuk di Riyadh tampak lengang di hari pertama puasa.
Jum’at ini menjadi awal ramadhan di Arab Saudi,semua warga nya sudah mulai berpuasa,entah di Indonesia puasa di mulai hari ini juga atau besok saya kurang tahu,tapi menurut sms keluarga di rumah,Indonesia akan mulai serentak puasa besok sabtu,wallahu alam.

Kebetulan hari ini adalah hari libur,di samping semua instansi pemerintahan juga tutup,perkantoran swasta pun semua ibur di hari jum’at.
13427903481328135565
Suasana sepi juga tampak di areal fashion shop dan tempat-tempat yang meyediakan layanan spa dan salon kecantikan.

Menurut pengamatan saya yang sudah-sudah,warga Riyadh ini memang benar-benar membalikkan aktivitas keseharian tiap bulan Ramadhan,siang akan benar-benar sepi apalagi di hari libur,sebaliknya malam hari akan berubah rame sekali.

Lalu lintas di mana-mana akan tersendat macet,pusat-pusat perbelanjaan akan penuh sesak oleh manusia,kantor-kantor swasta pun akan membuka pelayanan sampe jam 12 an malam.

Bahkan Bank di sini ada yang buka mulai jam 9 siang,istirahat jam 12 untuk sholat dzuhur,tutup sampai maghrib dan akan buka lagi setelah Isya’…tanya kenapa?
Cuaca yang sangat panas juga sangat mempengaruhi aktivitas warga di Riyadh,bayangkan saja,suhu di malam hari sekitar pukul 22:30 bisa lebih dari 43 derajat celcius,bagaimana dengan siang hari…!
13427908501181688266
Penunjuk cuaca digital di jalanan kota Riyadh,di saat musim panas seperti sekarang,tengah malam suhu masih di atas 40 derajat.

Wajar saja jika warga di sini memilih melakukan aktivitas di malam hari,itupun masih erat kaitannya dengan pendingin ruangan. Di mana di Mall besar di Riyadh ini hawanya sangat sejuk di dalamnya,dan tahukah anda,bahwa hampir semua Mall di Riyadh melayani konsumen bisa sampe subuh di bulan Ramadhan?

Khusus di bulan Ramadhan,kebanyakan instansi maupun kantor swasta buka antara jam 9 siang,sedangkan pusat-pusat pertokoan maupun tempat seperti salon,gym,dan lain sebagainya akan memulai aktivitas di atas jam 12 siang.

Jauh beda dengan suasana Ramadhan di negara tercinta Indonesia,mungkin di samping beda tradisi,cuaca juga menjadi salah satu penyebab yang menjadikan puasa di sini seperti tidak mempunyai seni,sepi,lengang,ibarat kota mati di siang hari…

Selamat berpuasa di bawah panasnya cuaca buat semua sohib Kompasianer di Arab Saudi….
-
kompasiana.com/ar48k3r3


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar