Thursday, January 26, 2012

Artefak Arab Saudi di Pameran Haji di Museum Inggris

Artefak dari Saudi
LONDON – Pameran perdana tentang haji akhirnya terlaksana di Museum Inggris. Pameran bertajuk ‘Haji: Perjalanan Menuju Jantung Islam’ dilaksanakan pada 26 Januari hingga 15 April 2012.

"Pameran ini adalah tentang sebuah perjalanan yang memiliki satu tujuan yakni mencapai jantung Islam," kata Kurator Pameran, Venetia Porter, seperti dikutip arabnews.com, Rabu (25/1).

Memasuki museum, pengunjung akan disajikan ruang baca melingkar yang mencerminkan ritual mengeliling Ka’bah. Para pengunjung akan melihat Kiswah, kain dengan hiasan yang menutupi Ka’bah. Selanjutnya, lebih dari 200 stand dari 13 negara menanti para pengunjung.

Yang istimewa, terdapat sejumlah artefak didatangkan langsung dari Arab Saudi. Artefak itu meliputi peninggalan-peninggalan di masa lalu baik dalam berbentuk tulisan, fisik dan fotografi. Melalui artefak ini, harapannya pengunjung non Muslim dapat merasakan atmosfer kota Makkah dan Madinah.

"Di dunia nyata, mereka yang tidak memiliki pengetahuan tentang Islam tentu memicu ketertarikan. Tentu saja, mereka dapat memperoleh informasi secara langsung sehingga kekeliruan yang terjadi secara perlahan dapat diperbaiki," kata Direktur Museum Inggris, Neil MacGregor.

Neil mengatakan populasi Muslim yang mencapai 28 persen dari populasi dunia telah memberikan sumbangan bagi peradaban Timur dan Barat selama berabad-abad. Sayang, bagi masyarakat Barat, ibadah haji masih merupakan misteri lantaran ketiadaan akses dan informasi yang memadai.

Pameran ini terbagi menjadi tiga bagian, masing-masing bagian mengajak pengunjung menjelajahi aspek yang berbeda dari haji. Bagian pertama misalnya, menekankan pada aspek sejarah ibadah haji. Pada bagian lain, terhadap Alquran yang dibuat pada abad 19, pada masa kesultanan Ustmani. Terdapat pula, catatan jamaah haji asal Pakistan tahun 1950.

Pada bagian lainnya, ditampilkan pula catatan harian perjalanan bangsawan Skotlandia, Lady Evelyn Cobbold, yang merupakan seorang mualaf dan perempuan Inggris pertama yang pergi haji. Ada juga catatan harian dari Sir Richard Francis Burton yang melakukan perjalanan ke Makkah dengan cara menyamar. Tak ketinggalan, catatan perjalanan Ibnu Batuta di abad ke-14.



REPUBLIKA.CO.ID,




Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment